skip to Main Content
Baskoro Management - EO Taman Wisata Matahari - Recreation and Education Park
Sejarah Taman Wisata Matahari

Sejarah Taman Wisata Matahari

Setelah menekuni profesi sebagai ‘’Business Entrepreneur’’ selama nyaris 40 tahun (1960-2000) maka semenjak tahun 2005 Bapak Hari Darmawan sudah bertranformasi menjadi seorang social entrepreneur.

Kalau sebagai ‘’business entrepreneur’’ perhatian utamanya untuk dapat mencetak laba perusahaan maka sebagai seorang ‘’social entrepreneur’’ tujuannya cocok dengan filosofi SEMOS yaitu ‘’senang menyaksikan orang beda senang dan susah menyaksikan orang beda susah’’.

Inspirasi

Sebagai orang yang beragama, anda harus percaya bahwa tak bakal jatuh kurang mampu dengan memberi (sedekah).
Dalam konteks ini bapak Hari Darmawan terkenang pada film berjudul ‘’The Diary of Anne Frank’’ yang menceritakan kehidupan gadis Belanda di zaman pendudukan Belanda oleh Jerman sewaktu perang dunia kedua.

Gadis yang berumur 14 tahun mencatat dalam kitab harian nya suatu kalimat yang lantas menjadi paling terkenal yaitu ‘’People will not become poor by giving’’.

Milestone

Pada tahun 2007 Taman Wisata Matahari di bina di atas lahan seluas 16,5 hektar dengan rencana guna menjadi suatu taman rekreasi dan hiburan untuk mayarakat luas, khususnya segmen menengah ke bawah.

Pertimbangan membina Taman Wisata Matahari (TWM) ialah karena bapak Hari Darmawan telah merasa lumayan berbisnis ritel. Kini saatnya beliau membina dan mengembangkan lokasi wisata yang harganya terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah berbagi bahagia dan berbagi rezeki.

Konsep

Taman Wisata Matahari mengangkat konsep Recreation and Education Park sehingga dapat menjadi destinasi rekreasi, edukasi untuk pelajar dan masyarakat umum dengan harga terjangkau. Cukup merogoh kocek Rp 20.000 weekday dan 25.000 weekand pengunjung sudah dapat masuk ke lokasi Taman Wisata Matahari.

Kini luas Taman Wisata Matahari TWM telah berkembang menjadi 40 hektar dengan wisata pegunungan, wisata air dan dilengkapi kemudahan penginapan, Hotel Matahari, restoran, taman bermain anak-anak serta lebih dari 44 wahana permainan. Walaupun Taman Wisata Matahari berusia muda, namun namanya telah sampai ke telinga warga Singapura.

Pengembangan

Pada tahun 2010 ada trafik 100 murid dari Victoria Junior College (Singapura) yang datang ke Taman Wisata Matahari. Berdasarkan keterangan dari Law Kum Seng, Trainer & pendiri Life Smith yang membawa rombongan tersebut, mereka memilih Taman Wisata Matahari sebab mempunyai konsep rekreasi alam yang bagus. Di Singapura sendiri tak terdapat wahana yang memperkenalkan anak-anak pada alam dan di Singapura tidak terdapat tempat laksana ini.

Kunci Sukses

Bapak Hari Darmawan menyatakan tidak pernah mengalami kendala berarti dalam menekuni bisnis baru nya ini. Kuncinya kata beliau, rajin belajar dan tidak malu bertanya, berjuang keras, bertekad bulat, berusaha dan fleksible. Bapak Hari Darmawan tidak sedikit belajar sendiri masing-masing harinya.

Manfaat

Dalam membina Taman Wisata Matahari beliau memang sengaja tidak memakai jasa konsultan, arsitek dan kontraktor besar tergolong saat membina Wahana Taman Wisata Matahari yang lumayan tinggi tingkat kesulitannya secara teknis.
Sebaliknya bapak Hari Darmawan melibatkan warga dan masyarakat wilayah sekitarnya dengan dalil selain dapat menekan biaya, bapak Hari Darmawan juga hendak membangun ekonomi wilayah tersebut.

Benang Merah

Taman Wisata Matahari memang bukan sekedar suatu tempat rekreasi biasa, di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang bermunculan dari seorang pengusaha yang tidak melulu berorientasi pada bisnis semata.
Taman Wisata Matahari ialah wujud nyata pengabdian tulus seorang anak bangsa yang mempunyai kepedulian paling tinggi pada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
×Close search
Search